bagi anda yang tidak suka kerepotan menggunakan lensa fix, mungkin artikel dibawah ini bisa membantu anda untuk memilih dan menentukan lensa super zoom dengan budget terbatas malah memasuki kriteria lensa murah dengan rentang zoom panjang yang menurut anda masuk ke kriteria anda, artikel2 dibawah ini saya kutip dari majalah Digital Camera special lensa tetapi dari ketiga lennsa dibawah ini yang akan saya bahas saya sudah pernah mencoba ke3nya jadi tidak perlu dikhawatirkan saya sudah membuktikan sendiri,
CANON EF-S 18-200MM F/3.5-5.6 IS
dengan penampilan terlihat sama dengan lensa kit 18-55 yang dibawakan kamera2 entry level, lensa ini adalah versi lebih besar diantara dua versi lensa super zoom canon untuk kamera APS-C, lensa lainnya memiliki rentang lebih sempit dengan 18-135mm IS. dilengkapi dengan inovasi terbaru seperti sistem IS dengan kemampuan empat stop, ditambah panning otomatis dan pendeteksi tripod, serta pengurangan pemakaian daya battery, harga pasaran lensa ini
6jutaan.
tidak seperti lensa kit 18-55mm IS, pemfokusan terjadi secara internal sehingga elemen depan tidak berputar. meski semua lensa super zoom dalam grup ini mempunyai kemampuan sama, tetapi saja menjadi bonus. sayangnya, sebagian fitur canggih canon tidak ada pada lensa ini, seperti sistem autofocus USM.
lensa ini nyaman digunakan dengan cincin fokus yang beroperasi mulus, tapi zoom creep lensa ini termasuk yang paling buruk bersama dengan tamron 18-270mm. skala jarak fokus juga tidak ada, sama seperti olympus 18-180mm.
kualitas optiknya cenderung bagus tapi tak sampai sempurna. walau canon tidak menghasilkan ketajaman yang mengesankan pada batas jarak fokus terpanjang atau terpendeknya, hal yang kadang terjadi pada superzoom.
SIGMA 18-200MM F/3.5-6.3 DC OS
salah satu lensa dengan IS optik dari sigma diliris sekitar 4tahun lalu, lensa ini kini turun harga dengan harga
2.5jutaan setidaknya kalau anda ingin mencari penawaran.
namun, lensa ini juga mulai terasa ketinggalan. sistem OS pertama sigma hanya menawarkan kemampuan dua sampai tiga stop, sistem ini kalah dibandingkan versi terbaru sigma, atau sistem stabilisasi terbaru dari pabrikan lensa pesaingnya.
aparture maksimal f/6.3 pada batas telefoto rentang zoom mengecewakan, dengan setengah stop lebih lambat daripada lensa canon dan nikon. lensa lainn yang diuji dalam grup ini juga memiliki bukaan maksimal f/6.3 pada batas telefoto, tapi lensa tersebut menawarkan jarak fokus 250mm atau 270mm.
lensa ini termasuk kedalam ukuran lensa dengan ukuran agak berat, OS 18-200mm mengecewakan dalam hal auto focus dan stabilisasi optik. bukannya menggunakan sistem HSM seperti saudaranya yg lebih muda, lensa ini bekerja agak lamban dan bersuara nyaring, distorsi dan chromatic aberration memabg rendah, tapi kuranng tajam pada hampir seluruh jarak fokus.
TAMRON AF 18-200MM F/3.5-6.3 XR DI II
salah satu lensa superzoom tertua pi pasaran, tak heran kalau lensa ini tidak memiliki fitur canggih yang terdapat pada lensa tamron baru. tapi, lensa ini murah dan terjangkau, ini hanya setengah harga canon 18-200mm.
lensa ini juga menjadi lensa paling kecil dan paling ringan di grup, yang memberikan daya tarik sebagai lensa yang cocok untuk dibawa bepergian.
lensa ini malah terasa lebih nyaman digunakan dibandingkan saudaranya tamron 18-270mm VC yang lebih mahal berkat cincin zoom yang jauh lebih halus, juga jauh lebih tahan terhadap zoom creep. filter thread yang digunakan 62mm, sehingga filter yang cocok juga lebih murah.
kualitas optiknya bagus pada batas wide angle, tapi lensa ini terbukti kurang tajamdari 135 hingga ke pengaturan telefoto maksimal 200mm. colour firing juga buruk,
NB: artikel diatas sudah sedikit melakukan perubahan kata2 agar lebih mudah dimengerti bagi para pemula,
terimakasih saya @gadangbee